Monday, July 1, 2013

Pemerkosaan hak pengguna jalan

Konon para bijak mengatakan "ketika ada hak yg terabaikan maka terjadilah kekacauan..."

Idealnya jalan yang baik memiliki space bagian bagi pejalan kaki, ada bagian bagi pengguna motor dan tentunya juga untuk mobil. Saat ini jalanan kita terjadi begitu banyak kekacauan. Sepeda motor menyelip kiri-kanan-kiri lagi, mobil juga demikian adanya, hampir tidak ada space untuk pejalan dan sedikit sekali tempat penyeberangan.

Teringat cerita lucu dari teman yg baru kembali dari negeri seberang, kabarnya polisi di sana dapat dengan segera mengenali pengemudi adalah orang Indonesia. Katanya jika ada mobil yang pindah jalur kiri-kanan-kiri sempoyongan... Hanya dua kemungkinan: pertama orang mabuk, yg lainnya orang Indonesia yg bawa mobil. Jika siang hari ada mobil yg pindah jalur tak menentu sudah bisa dipastikan yg bawa mobil adalah orang Indonesia. Ha ha...

Idealnya jalan besar adalah teratur, rapi, arusnya lancar. Sama seperti aliran darah di tubuh kita.

Mungkin bisa di buat jalur khusus mobil +/- 2 meter di jalur paling kanan untuk mobil2 besar, kemudian jalur 1 meter untuk motor selanjutnya 1,5 meter untuk mobil, 1 meter untuk motor lagi dan sebagainya sesuai lebar jalan. Tiap jalur di batasi "cat" warna kuning yg menandakan kendaraan aman selama berada di jalur tanpa melintasi garis batas kuning, dan setiap mau melintasi garis kuning "lampu sign" wajib dinyalakan. Dan pada jarak +/- 50 mtr dari perempatan, belokan atau lampu merah, garis batas jalur dengan garis berwarna hijau yg artinya silahkan melintasi jalur dengan hati-hati. Dan khusus setiap perempatan lampu merah tempat pemberhentian mobil dibuat 5 meter di belakanh dari pemberhentian motor.

Hal ini dikarenakan pengguna Jalan di Indonesia adalah mayoritas motor (no 1 di Dunia). Jauh lebih dari itu khusus mobil sudah mendapat perlakuan istimewa untuk bisa masuk TOL yg mana motor tidak diijinkan masuk.

Takyo dan New York, kota terpadat di Dunia berhasil men"bumi"kan penduduknya. Pejalan kaki merupakan komponen utama di jalan. "Jalur-jalur bagi pejalan kaki sangat lapang nyaman dan aman, sedangkan untuk kendaraan pribadi mesti berdesak-desakan. Ditambah angkutan umum yang memadai, semua mengalir dengan baik...

Entah kapan bisa diterapkan yah? Biasanya di kaji dulu lalu dirapatkan beberapa kali, di koordinasikan ke kepolisian rapat lagi... Lalu di umumkan untuk diujicobakan dan ternyata berhasil mengurai kemacetan di beberapa jalan yg biasanya macet, baru diterapkan di seluruh jalan di wilayah Indonesia. Hmmm butuh 1 th kali??

Dengan kebijakan ReAgraria kepadatan juga akan berkurang sedikit, jadi bisa singkron. Namun jika kebijakan ReAgraria tidak bisa dijalankan dengan baik, arus urbanisasi terus bertambah. Sebaik apapun sistemnya, nanti juga akan death-lock.

Yang Semestinya Dilakukan RI 1

Seorang presiden RI yang baik memimpin dengan hati nurani. Menjadikan kasih sebagai pedoman melaksanakan pemerintahan, menjadikan keharmonisan menjadi akar pokok kemajuan bersama. Demikianlah yg selayaknya dapat diusahakan:

1. Mencintai rakyatnya seperti anaknya sendiri. walau tidak bisa 100%, minimal 20% lah. Artinya walau belum mampu memberikan kemakmuran kepada rakyatnya, minimal pastikan rakyat tidak kelaparan, miskin dan sakit tanpa pertolongan.

2. Memiliki orang-orang bijak dan pintar sebagai penasehat. Penguasa tidak boleh hanya suka mendengar kata-kata manis penjilat (yg dengan sendirinya akan banyak). Kata-kata yg tajam, kritikan yg baik tepat sasaran dan memiliki solusi seharusnya diprioritaskan.

3. Merangkul pemimpin-pemimpin dibawahnya. Semestinya dan sudah sepantasnya seorang Presiden yg melantik sendiri "Gubernur-Gubernur" yg terpilih kembali dengan perolehan suara lebih dari 65%. Karena mereka berhasil di mata penduduk di daerah pimpinannya. Terlepas dari masalah perbadaan "partai apa yg mencalonkan dia" yg mungkin berbeda, karena seorang presiden dalam hal ini mewakili seluruh rakyat bukan partainya. Presiden harus dengan tulus berterimakasih dan membina hubungan baik dengan kepala daerah tersebut.
Karena mereka bisa menjadi basis dalam menjaga stabilitas daerah saat terjadi kekacauan. Seperti kasus Yogjakarta saat kerusuhan Mei 1998, bisa tetap kondusif, aman dan damai.

4. Memberi fokus utama untuk masalah dalam negeri. Urusan luar negeri boleh dan bisa dilakukan selama tidak mengabaikan masalah dalam negeri. Saat ini 70 : 30 lah. Karena masalah dalam negeri masih banyak yg harus dibereskan.

5. Memberikan penghargaan kepada orang-orang yg berkontribusi pada: perdamaian, kesejaterahan, alam dan lingkungan, ilmu pengetahuan, energy alternatif dan sebagainya (semacam nobel untuk ukuran Nusantara).

6. Mereduksi siar ajaran-ajaran yg bermuatan kekerasan, kebencian, diskriminasi dan permusuhan. Semua ajaran yg sejati dan tidak melenceng selalu mengkedepankan "cinta kasih" dan ada praktik kode etik / etika yg tidak bertentangan dengan kesusilaan (merangkul ulama-ulama, tokoh-tokoh agama dsb)

7. Secara berkala keliling "Nusantara" memastikan bahwa rakyatnya hidup dengan layak. Memantau perkembangan pembangunan di tiap daerah.

8. Seorang presiden kadang mesti mengambil keputusan berat yg tidak popoler namun memberikan dampak yg baik untuk seluruh rakyatnya secara keseluruhan. Dalam hal ini presiden harus minta maaf kepada rekyatnya. (seperti kasus presiden SBY pada bulan Juni 2013 menaikkan harga BBM, seharusnya Beliau bisa saja menunda kenaikan sampai presiden yg akan datang 2014. Biar presiden terpilih yg menanggung hujat dan protes rakyat yg tidak mengerti kebutuhan penghapusan subsidi). Tindakan yg baik tapi dalam hal ini Pesiden SBY tidak minta maaf kepada rakyatnya.

9. Kepentingan bangsa dan negara adalah diatas kepentingan golongan, partai, keluarga, sahabat. Ini selogan yg gampang dibicarakan susah dikerjakan. Tindakan KKN adalah sangat bertentangan dengan prinsip ini.

Friday, June 28, 2013

Jalan Yg Tidak Pernah Mulus?

Apakah pemerintah tidak mampu membangun jalan yg bisa bertahan lebih dari 5 tahun?

Beberapa bulan yg lalu saya mengunjungi seorang teman. Beliau pernah memegang penjualan satu jenis produk pengeras tanah yg digunakan untuk pembuatan jalan. Produk sejenis yg dipakai oleh pemerintah Cina untuk meratakan dan mengeraskan tanah, sebelum dibuat jalan di atasnya. Juga digunakan untuk membuat jalan di perkebunan kelapa sawit. Prinsip kerjanya adalah membuat tanah menjadi resistan terhadap air.

Tentu saja sebagai marketing yg baik, produk tersebut pernah ditawarkan penggunaannya ke pemerintah. Tapi setelah "studi ke negara asal produk tersebut" dalam pesawat pulang, utusan pemerintahan tersebut bilang "Boss, produk nya baguss banget! Tapi sorry banget Boss... Kami tidak bisa pakai, kami butuh yg tiap tahun bisa ada proyek..."

Jadi jika tanya kenapa semua jalan di Indonesia gak ada yg bebas dari berlubang, becek dan tidak rata?

Tuesday, June 25, 2013

Hukuman yg Membangun

Curi ayam divonis 6 bulan penjara? Maling sandal 3 bulan penjara? Korupsi 1 tahun penjara? Pembunuhan 3 tahun penjara?

Kenapa harus penjara? Ngapain saja di penjara? Habiskan anggaran negara?

Di Cina para nara pidana diberdayakan untuk bekerja, berkarya dan menghasilkan. Negara tidak mau keluarkan biaya cuma-cuma.

Sepertinya hal ini bisa kita adopsi dalam system hukuman di negara kita.

Menghukum dengan keadilan dan cinta kasih:

Untuk pelanggaran ringan bisa dengan mengirimkan terdakwa menjalani hukuman sebagai sukarelawan di panti jompo atau panti asuhan dalam tenggang waktu tertentu. Hal ini secara psikologis sangat membantu terdakwa untuk bisa berubah menjadi baik, yaitu lewat tindakan "memberi manfaat" bagi orang lain. Kekuatan kasih diharapkan bisa mengubah perangai buruk terdakwa.

Untuk pelanggaran lebih berat mesti menjadi sukarelawan rumah sakit atau yayasan kematian dalam tenggang waktu tertentu. Hal ini memiliki efek supaya terdakwa ingat bahwa suatu saat ketika dia sakit dan mati, jika semasa hidup kelakuannya buruk siapa yg akan menangisi kepergiannya? Orang-orang akan bersorak ketika dia mati.

Untuk penjahat yg benar-benar buruk sekali, yg mencelakakan banyak orang. Hukumlah dengan memberikan pekerjaan yg "menguntungkan banyak orang" misalnya kerja membangun jalan. Pemerintah harus secara ketat mengawasi pembangunan jalan supaya bisa tahan puluhan tahun (karena sebenarnya memang bisa, selama ini jalan dibuat untuk keperluan "bisa ada proyek" perbaikan setiap tahun. Supaya ada anggaran).

Pemiskinan bagi koruptor juga adalah solusi yg baik, tapi juga harus diberi jalan untuk hidup dan memperbaiki diri. Dikirim untuk proyek "perkebunan pemerintah" sebagai unit satuan kerja paling bawah mungkin salah satu solusi yg tepat.

Monday, June 24, 2013

Demonstrasi Sebuah Seni

Memperihatinkan! Demikian komentar kita melihat demo-demo di negeri kita ini.

Beberapa saat lalu ada sekelompok masa mendemo kebijakan KJS (kartu jakarta sehat). Namun ketika diwawancarai di salah satu tv swasta, pemimpin demo nampak bingung dan tidak tau membedakan program KJS dengan program-program pemerintah yg sebelum-sebelumnya. Lebih jauh akhirnya setelah dikeritik seorang penelpon "jika Bapak merasa KJS gak berguna bagi Bpak, yah gak usah daftar, gitu aja koq repot!", pemimpin demo itu akhirnya menyatakan "pada dasarnya saya bukan tidak setuju, bla... bla... bla... " dan sama sekali tidak punya solusi yg lebih baik. Jadi apa bedanya dengan orang (maaf) kentut?

Demo berikutnya sama saja, "maha"-siswa kita nampaknya lebih senang tampil di layar kaca, lebih suka memakai kekerasan, lebih terampil memakai hujatan dan kata-kata kasar. Hal yg sangat bertentangan dengan sifat ke"ilmu"an, sangat jauh dari kata cendekia. Bisa saya pastikan mahasiswa yg turun ke jalan demo dengan cara beringas IPK (indeka prestasi kumulatif)-nya tidak sampai 3 (dalam sekala 4). Apalagi isu yg di-demo adalah sangat jauh dari mata kuliah mereka. Dengan kata lain "mereka tidak tau apa yg mereka kerjakan".

Seharusnya yg boleh berdemostrasi adalah mahasiswa-mahasiswa yg memang memiliki kompetensi untuk berdemo. Contohnya untuk demo menolak kenaikan BBM, seharusnya boleh dan layak dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa fakultas ekonomi diatas semester 4 dengan IPK lebih dari 3. Jika perlu sudah mengantongi ijin dari Universitasnya. Tentunya mereka harus memiliki solusi alternatif bagi masalah beban ekonomi yg harus ditanggung jika BBM tidak dinaikkan dan subsidi tetap dilakukan.

Demikian halnya demo juga mesti tepat sasaran, tidak merusak dan tidak berbuat yg tidak perlu. Bukan dengan cara menyandera mobil plat merah atau mobil tangki Pertamina.

Begitu pula pemerintah harus buka pintu untuk mendengarkan dan mengkomunikasikan kebijakannya.

Kesimpulan bahwa demo yg baik bercita rasa tinggi dan berseni. Memenuhi baik dalam 5 unsur:
- siapa yg berdemo
- untuk masalah apa
- bagaimana caranya
- apa solusi alternatif yg ditawarkan
- kepentingan untuk siapa

Sunday, June 23, 2013

RENA (Republik - Nasionalis)

Apakah demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik? Aku sangat meragukan itu.

Saat ini (th 2013) ada dua partai mengusung prinsip "demokrasi". Dan nampaknya akan menjadi bumerang bagi merka sendiri. Karena dalam perinsip demokrasi setiap orang berhak memiliki pandangan, pemikiran dan konsepnya sendiri. Tidak dipungkiri bahwa hal tersebut memang sangat ideal sekali. Namun kenyataan dilapangan tidaklah demikian mulus. Masalahnya adalah, pengetahuan, kemampuan, perspektif dan kepentingan orang-orang didalam nya cenderung terlalu beragam. Ketika semua suara memiliki hak yg sama, sementara tingkat "ketercerahan" mereka berbeda. Maka seorang patriot yg secara murni berpikir dan bertindak demi kepentingan bangsa dan negara, akan sama suaranya dengan seorang korup, bodoh, rakus, egois dan yg "suaranya dibayar". Demikian demokrasi yg kelihatannya adil namun sebenarnya menempatkan ketidak-adilan bagi kepentingan rakyat. Kita belajar sejak di bangku sekolah bahwa kerja keras dan kerja malas-malas mendapat upah dan penghargaan yg sama adalah ketidak-adilan, lebih jauh mematahkan semangat kerja keras itu sendiri.

Dalam film 300 tercatat jelas bagaimana prajurit sparta yg gagah mesti menerobos maut karna keputusan sang pemimpin bukan dominan dan setiap suara memiliki hak untuk didengar yg celakanya "dibayar" oleh pihak musuh. Benua Eropa dimana sistem hak suara yg sama dalam pemerintahan terbukti sudah bermasalah sejak dulu, kini diagungkan sebagai sistem pemerintahan terbaik.

Saya secara pribadi setuju bahwa demokrasi adalah yg terbaik, namun dengan catatan (dalam tinta tebal) semua yg bersuara "memiliki aspirasi murni yg sama untuk kepentingan umum", "memiliki kecerahan jiwa dan kebijaksanaan intuitif" dan memiliki jiwa kasih yg dapat merangkul semua.

Re-publik dari bahasa latin "res publica" yg berarti "masalah awam". Tapi disini kita tidak mengambil batasan terjemahan dari kata dasarnya itu. Seperti halnya ekonomi yg berarti "aturan rumah-tangga", maknanya sudah lebih jauh dan mendalam dari kata dasarnya itu.

Masalah awam atau masalah rakyat (orang/masyarakat awam). Pada dasarnya hanya sangat sederhana: sandang, pangan, papan. Hal ini jelas adalah kebutuhan yg sangat mendasar yg minimal harus dipenuhi.

Dalam UUD negara kita jelas tertulis bahwa fakir miskin dan anak terlantar merupakan tanggung jawab negara. Ini mengandung makna bahwa negara harus mengusahakan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan) semua warga negaranya bisa dipenuhi.

Re-Publik bagiku lebih berarti mengembalikan kepada masyarakat awam apa yg menjadi hak mereka. Melihat dalam wawasan perspektif yg luas, yg menjangkau seluruh rakyat dari ujung timur sampai ujung barat Indonesia. Beraneka ragam suku, ras, agama, tradisi, kebiasaan, keyakinan, bahasa dan perbeda-perbedaan lainnya, semuanya adalah satu keluarga besar Indonesia/Nusantara. Memiliki kebutuhan dasar yg sama (walau dalam bentuk yg berbeda), memiliki hasrat untuk maju dan menjadi lebih baik.

"Bhineka Tunggal Ika" merupakan filsafat luhur yg bukan saja cocok untuk Indonesia, tapi juga dunia. Sadar atau tidak, seluruh peradaban manusia di atas muka bumi ini mengarah pada filsafat yg mungkin bagi sebagian kita dianggap "kuno" dan "antik" itu. Coba dicermati sejarah umat manusia. Banyak sekali perperangan dan pertikaian yg mulai dari perbedaan, yg kemudian berakhir setelah adanya pengakuan atas kesetaraan harkat dan martabat sebagai manusia.

Idealnya negaralah yg harus memulainya. Ketika negara memperlakukan rakyatnya (semua tanpa "pembedaan") dengan penuh kasih dan mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, memberikan mereka pendidikan yg layak. Secara hukum aksi-reaksi. Mereka, rakyat dari berbagai latar yg berbeda itu akan mencintai negaranya, mereka akan bangga dengan negaranya. Mereka akan memberikan yg terbaik untuk negaranya, produk-produk yg mereka kerjakan sepenuh hati penuh pengabdian kepada negaranya akan berkwalitas "sepenuh hati". Mereka akan lebih mencintai produk negaranya. Tidak akan ada lagi kasus WNI perbatasan pindah kewarganegaraan. Tidak diragukan sedikitpun bahwa nasionalis-nasionalis sejati akan dihasilkan dalam sistem seperti ini. Nasionalis dari berbagai latar berbeda di bawah satu naungan bendera yg sama Merah Putih.

RENA
Repubik Nasionalis

Saturday, June 22, 2013

Kebijakan Re-Agraria

Nusantara
Pada dasarnya adalah bumi agraris. Subur hijau asri. "Tongkat bambu dan kayu jadi tanaman"
Tragedi terbesar adalah ketika kita sebagai bangsa agraris namun kehilangan semangat dan ciri khas agraris. Mengimpor hasil agraris dari negara lain, bahkan pernah membayar dengan barter pesawat sukoi.

Pemerintah bisa mempelopori untuk mewujudkan ketahanan pangan dan stabilitas masyarakat. Melalui sistem kebijakan yg terintegrasi. Misalnya
Proyek terintegrasi yg efektif dan efisien:

1. "Perkebunan/Pertanian Pemerintah"
Menanam sayur dan buah yg paling dibutuhkan oleh masyarakat. Wortel, brokoli, sawi,  tomat, singkong, pisang, semangka, ubi dsb...
Menggunakan metode organic farming, tanpa pestisida dan pupuk kimia. Memiliki nilai (value) yg tinggi serta berguna untuk meningkatkan ststus gizi dan kesehatan.

2. "Proyek Nir-limbah"
Membuat pemisahan jelas sampah organik dan non organik. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik dan sampah non-organik sebagai bahan bakar pembangkit listrik (sudah ada di cina).

3. "Transmigrasi"
Pusing dengan arus urbanisasi? Program transmigrasi bisa menyelesaikan banyak masalah tanpa masalah. Karena para transmigran sudah ada proyek "perkebunan pemerintah" yg harus dikerjakan yg tersebar di berbagai lokasi strategis. Demikian dapat mewujudkan ketahanan pangan di masing-masing daerah.

4. "Pasar Pemerintah"
Harga BBM dunia naik? mau naikkan harga BBM dalam negeri tanpa kenaikan harga bahan kebutuhan pokok? Adakan Pasar Pemerintah harga terkendali karena supply barang dari "perkebunan pemerintah" yg tersebar.

5. "Kesejaterahan Masyarakat"
Semua tenaga kerja proyek pemerintah digaji oleh anggaran khusus proyek pemerintah. Jadi resiko gagal panen dan hidup sengsara kecil sekali kemungkinannya. Pemerintah menyedikan rumah tinggal, "sekolah proyek pemerintah" gratis, jaminan kesehatan dan gaji tetap (tentunya menyesuaikan dengan jenjang kerja).

6. "Penanggulangan Kebakaran Hutan = Lahan gratis"
Hampir setiap tahun Indonesia ditegur oleh pemerintah Singapura dan atau Malaysia karena ekspor asap hasil kebakaran hutan. Yg dilakukan sengaja atau pun tidak. Pemerintah mesti mengumumkan bahwa lahan yg terbakar dan membawa dampak buruk bagi masyarakat akan di sita menjadi milik negara dan di gunakan sebesar-besarnya untuk kesejaterahan masyarakat. Lahan ini bisa digunakan untuk proyek "perkebunan / pertanian pemerintah".

7. "Sekolah Proyek Pemerintah"
Memiliki kurikulum tersendiri yg mengajarkan pada pelajaran dan ilmu yg terpakai. Budi pekerti dan cinta tanah air. Membentuk SDM untuk memajukan bidang pertanian dan agraris.

8. "Go Green Project"
Dengan mengupayakan re-agraria bisa membawa Indonesia menjadi pioner sistem Go-Green Goverment.

9. "Penyelesaian Masalah Sosial"
Dengan adanya proyek ini. Relokasi untuk penduduk yg hidup tidak layak di pinggir jalan, pinggir rel kereta, bawah jembatan, dan tepi sungai. Penataan kota bisa lebih baik.