Monday, June 24, 2013

Demonstrasi Sebuah Seni

Memperihatinkan! Demikian komentar kita melihat demo-demo di negeri kita ini.

Beberapa saat lalu ada sekelompok masa mendemo kebijakan KJS (kartu jakarta sehat). Namun ketika diwawancarai di salah satu tv swasta, pemimpin demo nampak bingung dan tidak tau membedakan program KJS dengan program-program pemerintah yg sebelum-sebelumnya. Lebih jauh akhirnya setelah dikeritik seorang penelpon "jika Bapak merasa KJS gak berguna bagi Bpak, yah gak usah daftar, gitu aja koq repot!", pemimpin demo itu akhirnya menyatakan "pada dasarnya saya bukan tidak setuju, bla... bla... bla... " dan sama sekali tidak punya solusi yg lebih baik. Jadi apa bedanya dengan orang (maaf) kentut?

Demo berikutnya sama saja, "maha"-siswa kita nampaknya lebih senang tampil di layar kaca, lebih suka memakai kekerasan, lebih terampil memakai hujatan dan kata-kata kasar. Hal yg sangat bertentangan dengan sifat ke"ilmu"an, sangat jauh dari kata cendekia. Bisa saya pastikan mahasiswa yg turun ke jalan demo dengan cara beringas IPK (indeka prestasi kumulatif)-nya tidak sampai 3 (dalam sekala 4). Apalagi isu yg di-demo adalah sangat jauh dari mata kuliah mereka. Dengan kata lain "mereka tidak tau apa yg mereka kerjakan".

Seharusnya yg boleh berdemostrasi adalah mahasiswa-mahasiswa yg memang memiliki kompetensi untuk berdemo. Contohnya untuk demo menolak kenaikan BBM, seharusnya boleh dan layak dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa fakultas ekonomi diatas semester 4 dengan IPK lebih dari 3. Jika perlu sudah mengantongi ijin dari Universitasnya. Tentunya mereka harus memiliki solusi alternatif bagi masalah beban ekonomi yg harus ditanggung jika BBM tidak dinaikkan dan subsidi tetap dilakukan.

Demikian halnya demo juga mesti tepat sasaran, tidak merusak dan tidak berbuat yg tidak perlu. Bukan dengan cara menyandera mobil plat merah atau mobil tangki Pertamina.

Begitu pula pemerintah harus buka pintu untuk mendengarkan dan mengkomunikasikan kebijakannya.

Kesimpulan bahwa demo yg baik bercita rasa tinggi dan berseni. Memenuhi baik dalam 5 unsur:
- siapa yg berdemo
- untuk masalah apa
- bagaimana caranya
- apa solusi alternatif yg ditawarkan
- kepentingan untuk siapa

No comments:

Post a Comment