Apakah demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik? Aku sangat meragukan itu.
Saat ini (th 2013) ada dua partai mengusung prinsip "demokrasi". Dan nampaknya akan menjadi bumerang bagi merka sendiri. Karena dalam perinsip demokrasi setiap orang berhak memiliki pandangan, pemikiran dan konsepnya sendiri. Tidak dipungkiri bahwa hal tersebut memang sangat ideal sekali. Namun kenyataan dilapangan tidaklah demikian mulus. Masalahnya adalah, pengetahuan, kemampuan, perspektif dan kepentingan orang-orang didalam nya cenderung terlalu beragam. Ketika semua suara memiliki hak yg sama, sementara tingkat "ketercerahan" mereka berbeda. Maka seorang patriot yg secara murni berpikir dan bertindak demi kepentingan bangsa dan negara, akan sama suaranya dengan seorang korup, bodoh, rakus, egois dan yg "suaranya dibayar". Demikian demokrasi yg kelihatannya adil namun sebenarnya menempatkan ketidak-adilan bagi kepentingan rakyat. Kita belajar sejak di bangku sekolah bahwa kerja keras dan kerja malas-malas mendapat upah dan penghargaan yg sama adalah ketidak-adilan, lebih jauh mematahkan semangat kerja keras itu sendiri.
Dalam film 300 tercatat jelas bagaimana prajurit sparta yg gagah mesti menerobos maut karna keputusan sang pemimpin bukan dominan dan setiap suara memiliki hak untuk didengar yg celakanya "dibayar" oleh pihak musuh. Benua Eropa dimana sistem hak suara yg sama dalam pemerintahan terbukti sudah bermasalah sejak dulu, kini diagungkan sebagai sistem pemerintahan terbaik.
Saya secara pribadi setuju bahwa demokrasi adalah yg terbaik, namun dengan catatan (dalam tinta tebal) semua yg bersuara "memiliki aspirasi murni yg sama untuk kepentingan umum", "memiliki kecerahan jiwa dan kebijaksanaan intuitif" dan memiliki jiwa kasih yg dapat merangkul semua.
Re-publik dari bahasa latin "res publica" yg berarti "masalah awam". Tapi disini kita tidak mengambil batasan terjemahan dari kata dasarnya itu. Seperti halnya ekonomi yg berarti "aturan rumah-tangga", maknanya sudah lebih jauh dan mendalam dari kata dasarnya itu.
Masalah awam atau masalah rakyat (orang/masyarakat awam). Pada dasarnya hanya sangat sederhana: sandang, pangan, papan. Hal ini jelas adalah kebutuhan yg sangat mendasar yg minimal harus dipenuhi.
Dalam UUD negara kita jelas tertulis bahwa fakir miskin dan anak terlantar merupakan tanggung jawab negara. Ini mengandung makna bahwa negara harus mengusahakan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan) semua warga negaranya bisa dipenuhi.
Re-Publik bagiku lebih berarti mengembalikan kepada masyarakat awam apa yg menjadi hak mereka. Melihat dalam wawasan perspektif yg luas, yg menjangkau seluruh rakyat dari ujung timur sampai ujung barat Indonesia. Beraneka ragam suku, ras, agama, tradisi, kebiasaan, keyakinan, bahasa dan perbeda-perbedaan lainnya, semuanya adalah satu keluarga besar Indonesia/Nusantara. Memiliki kebutuhan dasar yg sama (walau dalam bentuk yg berbeda), memiliki hasrat untuk maju dan menjadi lebih baik.
"Bhineka Tunggal Ika" merupakan filsafat luhur yg bukan saja cocok untuk Indonesia, tapi juga dunia. Sadar atau tidak, seluruh peradaban manusia di atas muka bumi ini mengarah pada filsafat yg mungkin bagi sebagian kita dianggap "kuno" dan "antik" itu. Coba dicermati sejarah umat manusia. Banyak sekali perperangan dan pertikaian yg mulai dari perbedaan, yg kemudian berakhir setelah adanya pengakuan atas kesetaraan harkat dan martabat sebagai manusia.
Idealnya negaralah yg harus memulainya. Ketika negara memperlakukan rakyatnya (semua tanpa "pembedaan") dengan penuh kasih dan mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, memberikan mereka pendidikan yg layak. Secara hukum aksi-reaksi. Mereka, rakyat dari berbagai latar yg berbeda itu akan mencintai negaranya, mereka akan bangga dengan negaranya. Mereka akan memberikan yg terbaik untuk negaranya, produk-produk yg mereka kerjakan sepenuh hati penuh pengabdian kepada negaranya akan berkwalitas "sepenuh hati". Mereka akan lebih mencintai produk negaranya. Tidak akan ada lagi kasus WNI perbatasan pindah kewarganegaraan. Tidak diragukan sedikitpun bahwa nasionalis-nasionalis sejati akan dihasilkan dalam sistem seperti ini. Nasionalis dari berbagai latar berbeda di bawah satu naungan bendera yg sama Merah Putih.
RENA
Repubik Nasionalis
No comments:
Post a Comment