Seorang presiden RI yang baik memimpin dengan hati nurani. Menjadikan kasih sebagai pedoman melaksanakan pemerintahan, menjadikan keharmonisan menjadi akar pokok kemajuan bersama. Demikianlah yg selayaknya dapat diusahakan:
1. Mencintai rakyatnya seperti anaknya sendiri. walau tidak bisa 100%, minimal 20% lah. Artinya walau belum mampu memberikan kemakmuran kepada rakyatnya, minimal pastikan rakyat tidak kelaparan, miskin dan sakit tanpa pertolongan.
2. Memiliki orang-orang bijak dan pintar sebagai penasehat. Penguasa tidak boleh hanya suka mendengar kata-kata manis penjilat (yg dengan sendirinya akan banyak). Kata-kata yg tajam, kritikan yg baik tepat sasaran dan memiliki solusi seharusnya diprioritaskan.
3. Merangkul pemimpin-pemimpin dibawahnya. Semestinya dan sudah sepantasnya seorang Presiden yg melantik sendiri "Gubernur-Gubernur" yg terpilih kembali dengan perolehan suara lebih dari 65%. Karena mereka berhasil di mata penduduk di daerah pimpinannya. Terlepas dari masalah perbadaan "partai apa yg mencalonkan dia" yg mungkin berbeda, karena seorang presiden dalam hal ini mewakili seluruh rakyat bukan partainya. Presiden harus dengan tulus berterimakasih dan membina hubungan baik dengan kepala daerah tersebut.
Karena mereka bisa menjadi basis dalam menjaga stabilitas daerah saat terjadi kekacauan. Seperti kasus Yogjakarta saat kerusuhan Mei 1998, bisa tetap kondusif, aman dan damai.
4. Memberi fokus utama untuk masalah dalam negeri. Urusan luar negeri boleh dan bisa dilakukan selama tidak mengabaikan masalah dalam negeri. Saat ini 70 : 30 lah. Karena masalah dalam negeri masih banyak yg harus dibereskan.
5. Memberikan penghargaan kepada orang-orang yg berkontribusi pada: perdamaian, kesejaterahan, alam dan lingkungan, ilmu pengetahuan, energy alternatif dan sebagainya (semacam nobel untuk ukuran Nusantara).
6. Mereduksi siar ajaran-ajaran yg bermuatan kekerasan, kebencian, diskriminasi dan permusuhan. Semua ajaran yg sejati dan tidak melenceng selalu mengkedepankan "cinta kasih" dan ada praktik kode etik / etika yg tidak bertentangan dengan kesusilaan (merangkul ulama-ulama, tokoh-tokoh agama dsb)
7. Secara berkala keliling "Nusantara" memastikan bahwa rakyatnya hidup dengan layak. Memantau perkembangan pembangunan di tiap daerah.
8. Seorang presiden kadang mesti mengambil keputusan berat yg tidak popoler namun memberikan dampak yg baik untuk seluruh rakyatnya secara keseluruhan. Dalam hal ini presiden harus minta maaf kepada rekyatnya. (seperti kasus presiden SBY pada bulan Juni 2013 menaikkan harga BBM, seharusnya Beliau bisa saja menunda kenaikan sampai presiden yg akan datang 2014. Biar presiden terpilih yg menanggung hujat dan protes rakyat yg tidak mengerti kebutuhan penghapusan subsidi). Tindakan yg baik tapi dalam hal ini Pesiden SBY tidak minta maaf kepada rakyatnya.
9. Kepentingan bangsa dan negara adalah diatas kepentingan golongan, partai, keluarga, sahabat. Ini selogan yg gampang dibicarakan susah dikerjakan. Tindakan KKN adalah sangat bertentangan dengan prinsip ini.
No comments:
Post a Comment